Bertamunya PM Hungaria Ke Indonesia

Bertamunya PM Hungaria Ke Indonesia

Bertamunya PM Hungaria Ke Indonesia  – Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, pada Kamis (23/1) menginjakkan kaki di kota  Yogyakarta. Ia berada di Yogyakarta atas undangan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Hungaria juga, jelas Jokowi, menawarkan kerja sama membangun rumah sakit yang berfokus kepada terapi kanker, onkologi, dan pengembangan rumah sakit militer.

Diketahui, sebelumnya PM Hungaria Victor Orban menjadi panelis di acara forum executive commite meeting Centris Democrat International (CDI) di Yogyakarta bersama Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar dan petinggi partai politik yang tergabung di CDI.

Bertamunya PM Hungaria Ke Indonesia

Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban mengaku banyak belajar dari salah satu parpol di Indonesia, Partai Kebangkitan Bangsa, PKB. Ucapan itu disampaikan Orban saat berada di Yogyakarta.

Orban berada di Yogyakarta atas undangan PKB untuk menghadiri Executive Committee Meeting Pimpinan Parpol dari seluruh dunia yang tergabung dalam Centrist Democracy International (CDI) pada Kamis (23/1).

Dia mengatakan, salah satu hal yang dipelajarinya dari PKB ialah bagaimana PKB mengedepankan identitas dan keagamaan dalam berpolitik.

Hungaria juga, jelas Jokowi, menawarkan kerja sama membangun rumah sakit yang berfokus kepada terapi kanker, onkologi, dan pengembangan rumah sakit militer.

Diketahui, sebelumnya PM Hungaria Victor Orban menjadi panelis di acara forum executive commite meeting Centris Democrat International (CDI) di Yogyakarta bersama Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar dan petinggi partai politik yang tergabung di CDI.

“Sekitar setahun yang lalu saya bertemu dengan PKB. PKB saya lihat merupakan partai yang menginspirasi. Kita tahu di Eropa kita punya masalah soal isu identitas. s128 Isu utamanya adalah gimana mempertahankan identitas nasional dan kekristenan,  kekuatan liberal berusaha memperkenalkan era baru, yaitu pascaKristen,” ucap Orban di Yogyakarta, Kamis (23/1).

“Saya rasa identitas merupakan hal yang penting bagi manusia. Terutama dalam hal identitas keagamaan,” sambung Orban.

Pada kesempatan tersebut, Orban secara khusus berterima kasih kepada PKB karena sudah menunjukkan identitas mereka dalam perpolitikan.

“Sebagai seorang Hungaria, Saya berterima kasih untuk memahami gerakan Islam mereka dan bagaimana mengekspresikan diri mereka secara politis. Saya melihat, kita melangkah semakin dekat. Kedekatan kita semakin erat,” kata dia.

“Beliau diundang oleh PKB kalau nggak salah, untuk datang dan oleh karena itu beliau datang ke acara itu,” sebut pelaksana tugas juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah saat ditemui di Jakarta.

Setelah dari Yogyakarta, Orban akan terbang ke Jakarta. Dia dijadwalkan bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan. Namun, pertemuan tersebut molor dari jadwal.

Bertamunya PM Hungaria Ke Indonesia

Awalnya, Jokowi dan Orban dijadwalkan bertemu pada pukul 15.00 WIB. Akan tetapi, pertemuan ditunda selama satu jam.

“Sore ini, (PM Hungaria) Viktor Orban sudah di Yogyakarta. Dia semestinya bertemu Presiden jam tiga,” sebut pelaksana tugas juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah, di kantor Kemlu, Kamis (23/1).

“(pertemuan) dimundurkan jam 16.00 WIB karena pesawat terlambat dari Yogyakarta,” sambung dia.

Faizasyah tidak membeberkan penyebab pesawat yang membawa rombongan kenegaraan Hungaria terlambat berangkat dari Yogyakarta.

Dia mengatakan, Orban berada di Yogyakarta atas undangan Partai Kebangkitan Bangsa. Setelah bertemu Jokowi, Orban dijadwalkan langsung kembali ke negaranya.

Viktor Orban dan rombongan kenegaraan Hungaria tiba Istana Merdeka pada pukul 16.20 WIB. Setelah disambut Jokowi, Orban langsung menandatangani buku tamu kemudian menggelar pertemuan di ruang utama Istana Merdeka.

Saat bertemu Orban, Jokowi ditemani Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, daftar s128 Menteri Sekretaris Negara Praktikno dan Seskab Pramono Anung.

Jokowi dan Orban akan membicarakan penguatan hubungan kedua negara terutama di bidang perekonomian. Pertemuan dua kepala pemerintahan tersebut juga merupakan puncak perayaan hubungan diplomatik RI-Hungaria ke-65.

“Saya menerima tamu dari jauh, dari Eropa tengah, Perdana Menteri Hungaria Viktor Orbán di Istana Merdeka, hari ini. Kami membahas kerja sama di sejumlah bidang. Di antaranya tentang proyek penyediaan air bersih yang sudah selesai Desember 2019 dan diimplementasikan di 36 daerah di 12 provinsi di Indonesia,” kata Presiden Jokowi dikutip laman facebooknya.

Selain itu, kata Presiden Jokowi, pertemuan itu juga membahas terkait program beasiswa untuk mahasiswa Indonesia dan pelatihan sepakbola di Hungaria. “Ada program beasiswa di mana pemerintah Hungaria menyediakan 100 beasiswa untuk mahasiswa Indonesia,” jelasnya.

“Hungaria juga berkomitmen untuk menyederhanakan proses visa bagi warga negara Indonesia,”

Bukan pertama kali Jokowi dan Orban bertemu di Indonesia. Pada 2016 lalu pertemuan serupa juga digelar di ibu kota Jakarta.

Jokowi menjelaskan alasan pertemuan ini digelar berkaitan dengan kerja sama yang sudah dijalin antar kedua negara. Salah satunya program penyediaan air bersih yang selesai tahun 2019 lalu.

“Tentu saja atas kerja sama kami dalam penyediaan air bersih, saya menghargai proyek yang selesai pada bulan Desember 2019 dan dilaksanakan di 36 lokasi di 12 provinsi di Indonesia,” kata Jokowi di lokasi.

Tak hanya itu, pembahasan juga merujuk pada dukungan Hungaria dalam Teknologi Multi Lane Free Flow (MLFF) pada Gerbang Tol. Jokowi meminta kesiapan dokumen mereka untuk badan usaha pelaksana sebelum lelang dibuka pada April 2020 nanti.

“Kerja sama tol, harap pastikan dokumen untuk proyek diserahkan pada 31 Januari 2020, yang terbaru, proses penawaran berlangsung pada bulan April 2020,” ujarnya.

Hingga kini pertemuan masih berlangsung secara tertutup. Orban dan Jokowi bukan kali pertama bertemu di Jakarta. Kedua kepala pemerintahan pernah melakukan pertemuan serupa pada 2016 lalu.

Keinginan Indonesia agar Uni Eropa membebaskan visa kunjungan kepada WNI mendapatkan dukungan Hungaria.

Dukungan dari negara anggota Uni Eropa itu disampaikan di sela kunjungan PM Hungaria Viktor Orban ke Indonesia. Saat berada di Jakarta Orban bertemu Presiden Jokowi. Menurut Menlu Hungaria Peter Szijjarto pembebasan visa schengen dapat meningkatkan hubungan antar masyarakat Indonesia-Uni Eropa. Szijjarto turut mendampingi Orban ketika bertemu Jokowi.

“Terkait hubungan Indonesia dengan Uni Eropa, Hungaria mendukung pemberian bebas visa bagi WNI yang akan berkunjung ke negara-negara anggota UE tanpa visa,” kata Szijjarto.

Hingga kini, WNI belum mendapatkan fasilitas bebas visa schengen. Sampai 2020 ini, pemegang paspor hijau bebas visa ke sebanyak 71 negara kecuali negara-negara anggota Uni Eropa.

Sebelum mendampingi Orban, Szijjarto juga menggelar pertemuan bilateral dengan Menlu Retno Marsudi. Pada pertemuan itu, turut menawarkan 100 beasiswa bagi pelajar. Pemberian beasiswa dimulai pada 2020 ini.

Atas pemberian ratusan beasiswa dari Hungaria, RI pun meningkatkan alokasi penerima beasiswa darmasiswa untuk pelajar Hungaria. Kesepakatan itu disepakati oleh Retno dan Szijjarto usai menggelar pertemuan di gedung Kemlu.

Sementara itu, pertemuan PM Orban dan Presiden Jokowi ditujukan sebagai puncak peringatan 65 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Hungaria juga, jelas Jokowi, menawarkan kerja sama membangun rumah sakit yang berfokus kepada terapi kanker, onkologi, dan pengembangan rumah sakit militer.

Diketahui, sebelumnya PM Hungaria Victor Orban menjadi panelis di acara forum executive commite meeting Centris Democrat International (CDI) di Yogyakarta bersama Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar dan petinggi partai politik yang tergabung di CDI.